Monday, 30 June 2014

Si Kecil Sekolah

Ditulis 11 Juli 2011

Dengan badan yang terbilang kecil... Digembloglah tas sekolahnya yang ukurannya lebih besar dari badannya... Sesekali terhuyung kebelakang karena isi tasnya yang penuh.

Dibalik pintu keluar sudah ada ibu yang selalu berdandan rapi untuk mengantarkannya. Di salah satu tangannya menggenggam payung lipat berwarna coklat. Warna kesukaan sang bidadari kecilnya.

"Ayo, Nak. Matahari sudah tampaknya tak malu-malu menyinari. Hendak kita percepat langkah agar tidak terlambat masuk sekolah."
Sang anak melempar senyum, "Ayo, Bu."

Sang ibu menggenggam tangan anaknya. Berjalan hati-hati... Sesekali memindahkan posisi anaknya jika arah laju mobil berada persis disebelahnya.

"Kamu lelah, Nak?" Tanya sang ibu ketika didengarnya nafas anaknya mulai tersengal-sengal.

"Tidak ibu. Aku tidak lelah. Aku sengaja mempercepat langkahku karena temanku pasti sudah menungguku." Anaknya menjawab sambil menolehkan kepalanya keatas, mensejajarkan mata dengan ibunya.

"Baiklah. Perhatikan langkahmu. Didepan banyak kerikil kecil. Meski kecil jika kamu tidak hati-hati. Kamu bisa jatuh, dan dengkulmu akan luka seperti dulu."

"Iya. Ibu juga jangan melonggarkan genggaman tangan ibu. Jika nanti kita melewati pasar yang padat didepan nanti dan genggaman tangan ibu longgar, maka aku akan terlepas dan tertinggal dibelakang. Sulit untuk aku menemukanmu, Bu."

"Baiklah, Nak."

"Ayo, Bu. Matahari sudah sedemikian terik. Aku malu melihat semangat pijarnya yang lebih terang dibandingkan semangatku pagi ini."

Begitulah...

No comments:

Post a Comment