Ditulis 27 Juli 2011
Dunia tidak akan tahu berapa besar optimistis kaum jalanan
Tanah yang dijunjung kaum kapitalis tak menyurutkan hasrat berbahagia kami
Berbahagia hak mutlak manusia
Tidak bisa di curi, tidak pula di beli, hanya di rasa
Disini... di dalam hati dari kami - kami yang tinggal di jalanan atau kolong jembatan
Oh, kaum ningrat...
Meski tak sedarah, meski tak sekasta
Tapi kami manusia, punya mimpi dihormati walau darah tak sebiru kalian
Dihormati karena penghargaan atas pencapaian kami
Bukan karena sisa-sisa picingan mata jijik dan rasa kasihan
Oh... Dunia kami dunia jalanan
Tidur menghadap kelangit penuh bintang
Beralas tikar daun kering dan pelepah pisang sedikit debu
Cukup nyaman meski kerap kali di belai semut dan di cium nyamuk
Sungguh nikmat bentol yang kami garuk
begitulah...
No comments:
Post a Comment