Sunday, 29 June 2014

Saatnya Buka Mata

Ditulis 27 Juli 2008 Pukul 07.58

Hari ini aku kembali diperlihatkan oleh-Nya, betapa Dia menciptakan ketangguhan dari hati seorang perempuan. Ketika pengharapannya yang jelas tergantung pada satu nadi  terpaksa dia lemparkan dari genggam keinginannya. Merelakan dengan sebuah pejaman ikhlas. Dalam keadaan pisau telah terhunus sangat dalam pada hatinya, dia mencoba tersenyum tulus dan berujar “Terima kasih atas rasa sakit yang dapat aku pelajari untuk hari esok.”

Senyum itu terkulum penuh makna, tak ada kata “aku menyesal bertemu dengan sosok itu” malah dalam matanya nyata tersirat “aku justru akan sangat menyesal jika tak di beri kesempatan mengenyam rasa pedih, ya… rasa yang terlampau pedih ini” Aku tak yakin semua perempuan akan sanggup memikul sesuatu yang amat mereka kehendaki lalu tak lama kemudian realita merampas dan menghempaskannya sambil berbisik lirih “Dia bukan untukmu.”

Aku tak pernah tahu apa yang perempuan itu lakukan ketika sepi menyergap dirinya sendirian. Apakah dia menangis? Atau apakah dia masih tetap terjaga dengan senyum yang sama ikhlas dan tulusnya. Aku benar-benar tak tahu. Namun, satu hal yang aku yakini, dia tak kan jatuh dan mengeluh serta menyalahkan seseorang yang tak bisa jadi teman hidupnya.

Takdir dari-Nya sudah ditunjukkan, apalagi yang dapat dia sangkal. Di dalam hatinya tak akan kerap lupa pada bualan “keajaiban yang sewaktu-waktu akan tiba”, karena itu hanya mimpi dan pengharapan dari anak-anak kecil. Baginya sekarang “semua adalah keteraturan yang telah diagendakan-Nya.” Permainan hidup inilah yang harus dia menangkan meski terseret-seret dengan kesakitan yang klise.


Dan untuk dia yang kulihat sama dari depan cermin yang kupandangi, seuntai doa aku kirimkan sebagai penguat agar dirinya tetap berdiri tegar. Dalam doa, aku berkata, “Inilah jawaban yang selama ini dia cari, akhirnya dia temukan juga pada momentum yang tepat dimana hatinya berada pada posisi paling bawah sehingga dia dapat menatap-Nya dengan rasa kerdil dirinya itu. Terima kasih atas titik balik yang sungguh indah.”

No comments:

Post a Comment