Hari-hari ini aku
kerap melihat yang namanya sebuah takdir. Kemanapun kamu berada, takdir tak pernah pergi.
Dia selalu menyertaimu. Cuma dia hanya bersembunyi dari sikap dan sifat kita
yang arogan dan selalu mengharap sesuatu secara berlebihan.
Sungguh suatu
kenyataan yang tak bisa aku jelajahi. Orang yang sudah kumatikan dalam hatiku kembali. Dia datang sebagai sosok
baru dalam hidupku, seorang sahabat sekaligus kakak bagiku. Mungkin itulah takdirku padanya. Tak lebih
tak kurang.
Aku baru sadar,
takdir sengaja meninggalkan aku kemarin adalah demi kebaikanku. Agar aku tak
berharap lebih terhadapnya. Tepat tiga bulan setelah kepergiannya, dia kembali
membawa penyejuk bagi hatiku yang kekeringan. Sungguh
indah.
Terima kasih…
Aku bahagia….
No comments:
Post a Comment