Part 1
Permulaan Dunia Dewo
Setelah
berakhirnya Perang Angin Utara, Kerajaan Elang Putih kembali berjaya. Ditangan
Ratu Nimas Naratih (Nyai Dempul) dan
Raja Sapardi (Pangeran Dekik), kerajaan tersebut menemukan kembali
kedamaiannya sebagaimana dahulu kala ketika mendiang Raja Adipta masih memegang
tampuk kekuasaan. Sementara
itu, Raja Arji harus menerima hukuman atas apa yang telah dilakukannya yaitu
dengan melepaskan status rajanya dan diasingkan. Pasca kedua hal itu
diberlakukan, keadaan Raja Arji jauh dari kata penuh kekuatan karena diasingkan
tanpa satu orang anak buah pun, kecuali Pangeran Dewo yang memilih untuk menemaninya pada kondisi tersulit yang nampaknya terus menggerogoti kondisi kesehatannya.
Tempat
pengasingan yang menjadi rumah mereka kini ternyata bukanlah suatu tempat yang
mengerikan layaknya anggapan yang berkembang dari orang-orang. Beruntunglah Ratu Nimas Naratih mewarisi kebijaksanaan dari mendiang Raja Adipta sehingga Raja Arji
diasingkan di suatu tempat yang tidak terlalu buruk walaupun keberadaannya sangat
jauh dari Kerajaan Elang Putih. Ya, Pangeran Dewo telah memohon kepada Ratu Nimas
Naratih sebelum titah hukuman itu dijatuhkan kepada bopoknya, dia meminta agar diberikan sebuah tempat yang tetap dalam koridor manusiawi sebagai tempat
pengasingan untuk bopoknya.
Selama
masa pengasingan itu, Raja Arji memang banyak berubah. Ada sisi baru dari Raja
Arji yang muncul dan membuat Pangeran Dewo bahagia. Pangeran Dewo mendapatkan sosok
bopok yang diidamkannya sejak dulu. Sosok bopok yang arif dan bijaksana
sebagaimana sosok yang selalu dilihatnya dari Raja Adipta, bopok dari Ratu Nimas Naratih. Bagi Pangeran Dewo, masa yang paling berharga adalah dimana dirinya
sebagai seorang anak yang dapat menemani bopok tercintanya tanpa pernah
memikirkan apakah ini akan jadi saat-saat terakhir antara dirinya dengan sang
bopok atau tidak. Meskipun begitu, Pangeran Dewo merasa sangat bersyukur karena
pernah diberikan kesempatan berharga itu.
Sebelum
Raja Arji meninggal, banyak waktu yang sempat dihabiskan oleh Pangeran Dewo bersama
sang bopok. Mereka berjalan dipadang rumput indah, melihat kelangit. Bahkan
sering sekali sang bopok tertegun dan seraya mengungkapkan penyesalannya pada
apa yang telah dilakukannya selama ini. “Maaf, jika bopok pernah membuangmu ke
satu tempat yang sangaaat jauh dengan dalih agar kau mendapatkan pendidikan
yang jauh lebih baik dibandingkan di Kerajaan Elang Putih, padahal sebenarnya bopok ingin memisahkanmu dengan Nimas Naratih. Bopok berpikir bahwa jika kau masih
ada disana ketika bopok melakukan kudeta pada pemerintahan Raja Adipta, kau
mungkin bisa jadi penghalang bopok. Tapi kenyataannya, tekadmu menghalauku kian
kentara dan justru ditanganmulah bopok kalah. Dan sekarang bopok menyadari bahwa membuangmu
disana ternyata adalah kesalahan terbesar bopok. Bopok minta maaf karena tidak pernah
menjadi seseorang yang bisa kau banggakan. Kelak, jika bopok mati nanti, kenang bopok di waktu ini. Di saat bopok bisa menjadi sosok bopok yang membuatmu jauh
lebih baik. Gandewo Bandiman Bayu, anakku... bopok bangga padamu. Kelak jadilah
manusia yang bisa memanusiakan manusia lain disekitarmu.”
“Bopok,
jangan bicara seolah-olah kau akan pergi jauh dan meninggalkanku sendiri.” ujar
Pangeran Dewo yang berubah khawatir. “Nak, kau tidak akan sendirian meski bopok mati. Kelak, kau akan menemukan perempuan yang menemanimu, bagaimanapun keadaanmu. Perempuan itu akan berdiri sebagai pihak yang selalu percaya padamu meski kau sendiri ragu
pada dirimu. Bopok yakin dia bukan perempuan biasa. Dia pasti sama sepertimu, seorang
yang berjiwa pelindung. Kau akan bahagia bersamanya. Kelak jika kau sudah
bertemu dengannya, kau akan melihat jiwa yang lembut yang terbalut tekad sekuat
baja. Dialah nanti perempuan ayumu dan dia akan menjagamu selamanya.” Itulah pesan
terakhir Raja Arji yang tidak akan pernah dilupakan oleh Pangeran Dewo.
Kini
Raja Arji telah menyatu kembali kedalam tanah, pergi meninggalkan kehidupan
ini. Yang tersisa adalah kenangan-kenangan terakhir yang indah meski hanya
Pangeran Dewo yang menjadi saksinya. Dalam setiap doanya, semoga serentetan kekhilafan
yang pernah dilakukan oleh Bopoknya bisa dimaafkan Tuhan melalui pengasingan
yang telah dijalani di sisa hidupnya. Dan untuk itulah, Pangeran Dewo akhirnya
memilih untuk tetap berada ditempat pengasingan dan melanjutkan hidup.
Dongeng:
“Permulaan Dunia Dewo” – Tamat (Bersambung ke seri Pendekar Ayu dan Pangeran
Dewo selanjutnya)
No comments:
Post a Comment