Friday, 29 August 2014

Pendekar Ayu dan Pangeran Dewo (Part 1)

Part 1

Permulaan Dunia Dewo 

Setelah berakhirnya Perang Angin Utara, Kerajaan Elang Putih kembali berjaya. Ditangan Ratu Nimas Naratih (Nyai Dempul) dan  Raja Sapardi (Pangeran Dekik), kerajaan tersebut menemukan kembali kedamaiannya sebagaimana dahulu kala ketika mendiang Raja Adipta masih memegang tampuk kekuasaan. Sementara itu, Raja Arji harus menerima hukuman atas apa yang telah dilakukannya yaitu dengan melepaskan status rajanya dan diasingkan. Pasca kedua hal itu diberlakukan, keadaan Raja Arji jauh dari kata penuh kekuatan karena diasingkan tanpa satu orang anak buah pun, kecuali Pangeran Dewo yang memilih untuk menemaninya pada kondisi tersulit yang nampaknya terus menggerogoti kondisi kesehatannya.

Tempat pengasingan yang menjadi rumah mereka kini ternyata bukanlah suatu tempat yang mengerikan layaknya anggapan yang berkembang dari orang-orang. Beruntunglah Ratu Nimas Naratih mewarisi kebijaksanaan dari mendiang Raja Adipta sehingga Raja Arji diasingkan di suatu tempat yang tidak terlalu buruk walaupun keberadaannya sangat jauh dari Kerajaan Elang Putih. Ya, Pangeran Dewo telah memohon kepada Ratu Nimas Naratih sebelum titah hukuman itu dijatuhkan kepada bopoknya, dia meminta agar diberikan sebuah tempat yang tetap dalam koridor manusiawi sebagai tempat pengasingan untuk bopoknya.

Selama masa pengasingan itu, Raja Arji memang banyak berubah. Ada sisi baru dari Raja Arji yang muncul dan membuat Pangeran Dewo bahagia. Pangeran Dewo mendapatkan sosok bopok yang diidamkannya sejak dulu. Sosok bopok yang arif dan bijaksana sebagaimana sosok yang selalu dilihatnya dari Raja Adipta, bopok dari Ratu Nimas Naratih. Bagi Pangeran Dewo, masa yang paling berharga adalah dimana dirinya sebagai seorang anak yang dapat menemani bopok tercintanya tanpa pernah memikirkan apakah ini akan jadi saat-saat terakhir antara dirinya dengan sang bopok atau tidak. Meskipun begitu, Pangeran Dewo merasa sangat bersyukur karena pernah diberikan kesempatan berharga itu.

Sebelum Raja Arji meninggal, banyak waktu yang sempat dihabiskan oleh Pangeran Dewo bersama sang bopok. Mereka berjalan dipadang rumput indah, melihat kelangit. Bahkan sering sekali sang bopok tertegun dan seraya mengungkapkan penyesalannya pada apa yang telah dilakukannya selama ini. “Maaf, jika bopok pernah membuangmu ke satu tempat yang sangaaat jauh dengan dalih agar kau mendapatkan pendidikan yang jauh lebih baik dibandingkan di Kerajaan Elang Putih, padahal sebenarnya bopok ingin memisahkanmu dengan Nimas Naratih. Bopok berpikir bahwa jika kau masih ada disana ketika bopok melakukan kudeta pada pemerintahan Raja Adipta, kau mungkin bisa jadi penghalang bopok. Tapi kenyataannya, tekadmu menghalauku kian kentara dan justru ditanganmulah bopok kalah. Dan sekarang bopok menyadari bahwa membuangmu disana ternyata adalah kesalahan terbesar bopok. Bopok minta maaf karena tidak pernah menjadi seseorang yang bisa kau banggakan. Kelak, jika bopok mati nanti, kenang bopok di waktu ini. Di saat bopok bisa menjadi sosok bopok yang membuatmu jauh lebih baik. Gandewo Bandiman Bayu, anakku... bopok bangga padamu. Kelak jadilah manusia yang bisa memanusiakan manusia lain disekitarmu.”

“Bopok, jangan bicara seolah-olah kau akan pergi jauh dan meninggalkanku sendiri.” ujar Pangeran Dewo yang berubah khawatir. “Nak, kau tidak akan sendirian meski bopok mati. Kelak, kau akan menemukan perempuan yang menemanimu, bagaimanapun keadaanmu. Perempuan itu akan berdiri sebagai pihak yang selalu percaya padamu meski kau sendiri ragu pada dirimu. Bopok yakin dia bukan perempuan biasa. Dia pasti sama sepertimu, seorang yang berjiwa pelindung. Kau akan bahagia bersamanya. Kelak jika kau sudah bertemu dengannya, kau akan melihat jiwa yang lembut yang terbalut tekad sekuat baja. Dialah nanti perempuan ayumu dan dia akan menjagamu selamanya.” Itulah pesan terakhir Raja Arji yang tidak akan pernah dilupakan oleh Pangeran Dewo.    

Kini Raja Arji telah menyatu kembali kedalam tanah, pergi meninggalkan kehidupan ini. Yang tersisa adalah kenangan-kenangan terakhir yang indah meski hanya Pangeran Dewo yang menjadi saksinya. Dalam setiap doanya, semoga serentetan kekhilafan yang pernah dilakukan oleh Bopoknya bisa dimaafkan Tuhan melalui pengasingan yang telah dijalani di sisa hidupnya. Dan untuk itulah, Pangeran Dewo akhirnya memilih untuk tetap berada ditempat pengasingan dan melanjutkan hidup.

Dongeng: “Permulaan Dunia Dewo” – Tamat (Bersambung ke seri Pendekar Ayu dan Pangeran Dewo selanjutnya)

No comments:

Post a Comment